Hosting Unlimited Indonesia
» Traveling » Traveling Solo (Sendiri) vs Traveling Group

Traveling Solo (Sendiri) vs Traveling Group

[ Masyhuri Jamil | 25/09/2014 | 3223x viewed | 0 Comemnts ]

30menit.com – Traveling Solo (Sendiri) vs Traveling Group

Ada dua macam cara orang melalukan traveling. Sendiri dan berkelompok. Seperti saat saya menulis tulisan ini, saya sedang melakukan traveling secara solo (sendiri). Dari kota malang ke kota jember, ya walaupun masih dalam lingkup jawa timur Indonesia. Tapi saya sendiri tidak jarang juga melakukan traveling secara group. Seperti halnya saat saya menjelajahi pulau dewata Bali bersama 5 orang teman saya dengan naik motor, mulai dari banyuwangi trus menyebrang selat bali dan akhirnya muterin pulau bali.

Dari kedua jenis traveling ini sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Traveling solo paling cocok dilakukan jika kita memang sedang membutuhkan momen untuk sendiri. Momen kontemplasi, sedang ingin merenung, evaluasi diri, mencari inspirasi, atau ingin break away sejenak dari rutinitas yang membosankan. Hal yang paling enak dari jalan-jalan sendiri adalah bebas untuk menentukan destinasi, itinerary, masalah waktu dan semuanya. Totally free. Jalan-jalan sendiri kita tidak akan dipusingkan dengan perbedaan pendapat antara member perjalanan dalam memutuskan satu hal. Semuanya bebas terserah kita sendiri. Kekurangan dari traveling solo ini adalah masalah budgeting akomodasi dan transportasi yang mungkin akan lebih mahal karena tidak bisa patungan. Kecuali jika kita mau benar total adventure dengan nenda pinggir pantai atau tidur di mobil. Kekurangan kedua yang cukup terasa di era social networking dan sharing adalah berhubung jalan sendiri susah banget untuk bisa bikin dokumentasi foto dengan diri kita di dalamnya. Agak tengsin juga kalo terlalu sering minta fotoin ke orang. Hehehe…

Traveling grop merupakan jalan-jalan bersama rombongan dua atau lebih orang. Hal yang paling menyenangkan dari traveling group adalah budget yang bisa dibagi-bagi. Masalah akomodasi satu kamar bisa patungan beberapa orang. Jika sewa mobil bisa dibagi-bagi juga, demikian juga dengan bensin. Masalah foto-foto sudah tidak ada problem lagi karena dari serombongan orang-orang tersebut paling tidak ada satu tumbal yang bisa dikorbankan menjadi seksi dokumentasi. Masalah sulit dari traveling bareng-bareng adalah terlalu banyak kepala terlalu banyak kemauan. Tidak sebebas jika sendiri. Misalnya saat kita masih asik di satu spot, bisa jadi member lain sudah kebosanan dan ingin rolling ke tempat berikutnya. Jika travelling yang mengharuskan jalan kaki dari satu spot ke spot lainnya speed kita akan sangat tergantung dari member-member lain. Jika yang lain hanya bisa jalan leyeh-leyeh sementara kita speed walker ya berat juga, pasti gregetan dan tak sabaran.

Pada dasarnya setiap mode traveling ada kelebihan dan kekurangannya baik solo mau pun grup. Tentunya juga tiap mode tersebut disesuikan dengan momen yang sedang terjadi atau yang tengah kita cari. Jika ingin kontemplasi ya jangan pergi rombongan. Namun jika ingin haha hihi juga jangan pergi sendirian. Bisa gawat jika kita haha hihi sendirian di satu spot jalan-jalan. Insya Allah bisa langsung diciduk pengurus rumah sakit jiwa.

Hahaha…

Yuk Jelajahi Indonesia kita tercinta. Negeri ini luas dan indah lo…

Tulisan terkait
Traveling Solo (Sendiri) vs Traveling Group di atas ditulis oleh :

Masyhuri Jamil

Tidak memiliki kompetensi di bidang coding. Tapi selalu semangat terus belajar html, css, php, mysql. Suka oprek-oprek android juga dan sudah banyak memakan korban (hp android rusak). Semoga tidak berjatuhan korban selanjutnya.